RSS

Apa itu Agama Islam?

24 Nov

Agama Islam adalah agama yang diajarkan langsung oleh Sang Maha Pencipta Allah swt yang diwahyukan melalui pembawa risalahnya Rasulullah Muhammad saw dengan bersendikan Iman, Islam dan Ihsan, yang mempunyai nilai keluhuran yang tinggi dibanding dengan agama-agama lain yang diciptakan oleh Manusia. Agama yang diturunkan berdasarkan wahyu Allah disebut agama samawi/agama langit yaitu: Yahudi, Nasrani dan Islam. Islam adalah sebagai agama penutup dan sekaligus sebagai penyempurna dari agama-agama sebelumnya Yahudi dan Nasrani.  Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah, dan diakui sebagai satu-satunya agama yang harus dianut oleh seluruh Manusia yang berada di muka bumi ini. Hal ini dijelaskan dalam Al-qur’an:

“pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan ni’mat-Ku, dan telah Kuridhoi Islam itu jadi agamamu” (QS. Al-Maida :3)

“Sesungguhnya agama yang diakui di sisi Allah adalah Islam” (QS. Ali Imran: 19)

“Dan barang siapa yang mencari selain Islam sebagai agama anutannya, maka tidaklan diterima oleh Allah daripadanya dan di akhirat ia termasuk golongan orang-orang yang merugi” (QS. Ali Imran: 85)

Agama Islam adalah agama yang mengatur, membimbing, mengajarakan berbagai ilmu dan membangun manusia seutuhnya, menjadi insan kamil menuju “mardhotilaah” (yang diridhoi Allah)  agar hidup menjadi sejahtera lahir dan bathin serta bahagia baik di dunia maupun diakhirat kelak.

Pemeluk agama Islam harus dapat mengamalkan ajaran agama dengan baik dan benar, maka hendaknya mempelajari Islam secara “Kaffah” (menyeluruh) tidak memilih menjalankan ajaran yang ringan-ringan dan meninggalkan ajaran yang dianggap berat, karena sesungguhnya seluruh ajaran islam adalah ringan bagi orang yang memahami hakekat ajarannya  serta mengharap dapat “bertemu” dengan Allah.

Cara memahami agama Islam telah diterangkan dalam sebuah hadits Rasul seperti berikut:

“Umar bin Khatab ra berkata: “pada suatu hari ketika kami sedang duduk-duduk bersama Rasulullah SAW, tiba-tiba muncul seorang laki-laki yang berpakaian sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak kentara padanya bekas perjalanan dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Duduklah dia dekat Nabi,  lalu disandarkannya kedua lutunya kepada kedua lutut Nabi, dan diletakkan kedua telapak tangannya diatas pahanya, lalu berkata: “Ya Muhammad, kabarkanlah kepadaku apakah Islam itu?” Rasulullah SAW menjawab : Islam yaitu:

  1. Mengakui bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad itu utusan Allah.
  2. Mendirikan Shalat
  3. Mengeluarkan Zakat
  4. Berpuasa di bulan Ramadhan
  5. Mengerjakan Haji ke bantullah jika mampu baginya melakukan perjalanan.”

“Benar Engkau” kata orang itu, maka kami tercengang memperhatikan orang itu karena dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. Kemudian laki-lali itu bertanya lagi “Kabarkan kepada ku apakah iman itu?”  Rasulullah menjawab “iman itu percaya kepada: 1) Allah, 2) Malaikant,  3) Kitab-kitab, 4) Rasul-rasul, 5) Hari kemudian  dan 6) kepada taqdir baik dan buruknya dari Allah SWT.” “Benar” kata orang itu, maka laki-laki itu berkata lagi “Kabarkan kepada ku apakah ihsan itu?”  Rasulullah menjawab “Ihsan yaitu menyembah kepada Allah, seolah-olah engkau melihat Allah, dan jika kamu tidak dapat melihat Allah maka Allah tetap melihat kamu”. Kemudian dia bertanya lagi “Bilakah hari kiamat itu?” jawab nabi: “Orang yang ditanyak tidak lebih baik dari pada yang bertanya”.  “kalau begitu terangkan tanda-tanda kiamat”  jawab Nabi : “Jika hamba sahaya telah melahirkan majikannya, dan orang-orang fakir-miskin tidak bersepatu, tidak berpakaian, hidupnya hanya mengembala kambing, mereka berlomba-lomba untuk membangun gedung-gedung besar”. Kemudian laki-laki itu pergi. Sayapun termenung sejenak, lalau Nabi bertanya “Ya Umar tahukah kamu siapa yang bertanya itu?” jawab Umar : Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui”. Sabda Nabi: Itulah malaikat Jibril, datang mengajarkan Agama Islam kepadamu” (HR. Muslim).

Demikian Malaikat Jibril AS mengajarkan ummat manusia tentang Islam melalui dialog dengan Rasulullah Muhammad SAW yang didengarkan oleh Umar bin Khatab dan sahabat yang lain. Malaikat mengajarkan tentang keimanan; kepada siapa saja kita beriman dan apa saja yang wajib kita imani.  Iman yang pertama ialah Iman kepada Allah yang maha Kuasa lalu kepada Malaikat sebagai “Pembantu” Allah menjalankan sunatullah – peredaran matahari dan planet lain, mengatur siang dan malam, mengatur rezeki, hujan, panas, dingin dan sebagainya yang terjadi dimukan bumi, juga percaya kepada para nabi dan Rasul – manusia yang dipilih oleh Allah untuk mengembang tugas membawa Risalah Agama Allah yang disampaikan kepada manusia. Setiap satu kaum di satu zaman diutus seorang rasul sebagai pemberi peringatan bagi kaum tersebut. Sejak zaman Nabi Adam AS smpai dengan Nabi penutup Rasulullah Muhammad SAW.

Disamping itu juga manusia harus meyakini adanya kitab-kitab Allah (kitab suci) yang diturunkan kepada suatu kaum melalui nabinya sebagai pedoman aturan hidup beragama, juga percaya akan datang hari kemudian, hari akhirat, hari pembalasan, hari persiadangan bagi ummat manusia untuk mempertanggungjawabkan segala seuatu yang telah dikerjakan dunia, baik amal buruk maupun amal kebajikan. Terakhir manusia harus mempercayai adanya takdir, apakah baik bagi manusia atau buruk yang di terima semua itulah adalah kehendak Yang maha Kuasa, yang Maha Penentu, yang Maha Bijak dan yang Maha mengetahui atas segala sesuatu.

Selain tentang  keimanan Malaikat Jibril juga mengajarkan tentang ajaran menjalankan syariat agama, melakukan ibadah-ibadah yang menjadi dasar agama Islam seperti mengucapkan dua kalimat Syahadat, mendirikan shalat, berzakat, berpuasa di bulan Ramadhan serta menunaikan ibadah haji ke Baitullah di Makkah. Ibadah-ibadah ini sebagai bukti keimanan yang dituangkan dalam bentuk kegaiatan fisik yang syarat, waktu dan tempat telah ditentukan oleh Allah SWT.

Jibril juga mengajarkan tentang ihsan. Bagaimana manusia tetap percaya kepada Allah sebagai Tuhan yang selalu mengasihi dan mengawasi sepak terjang manusia. Manusia harus yakin walaupun dia sendiri tidak dapat melihat Allah dengan mata fisik namun hakekat Allah dapat terlihat oleh mata bathinnya. Lebih lanjut tentang iman, islam dan ihsan akan dibahas lebih rinci pada bahasan berikutnya.

 
Leave a comment

Posted by on 24 November 2009 in Pengertian

 

Tags:

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Komentar Anda

    ageng margyatno on Kisah turunnya wahyu pertama k…
    RIFA' ROYYA AL ISLAM… on Kisah turunnya wahyu pertama k…
    Prerametada on Kisah turunnya wahyu pertama k…
    Matt Bushs Local Mar… on Sejarah Perkembangan Hadist (b…
    nita on Kisah turunnya wahyu pertama k…
    demar on Thaharah
    Fadilah on Thaharah
  • Facebook

  • Masukkan alamat surel Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui surel.

    Join 3 other followers

  •  
    Follow

    Get every new post delivered to your Inbox.

    %d bloggers like this: